Kita tak akan pernah tahu apa yang
akan terjadi dimasa depan kita. Keberhasilan kita dimasa depan tergantung dari
seberapa banyak usaha yang telah kita lakukan dan seberapa banyak juga doa yang
sudah kita panjatkan kepada Tuhan.
Perjalanan masih panjang, tantangan
dan halangan sudah mengantri untuk menghadang, tinggal kesiapan fisik dan
mental kita saja yang mampu menghalau itu semua, akan tetapi ada satu kekuatan
lagi yang lebih mampu membuat segalanya menjadi mudah, yaitu kekuatan Tuhan.
Tuhan akan tetap setia membantu hamba-Nya saat hamba-Nya dalam kesulitan.
Pada hakikatnya kesulitan merupakan
kehendak Tuhan juga, kesulitan merupakan kemauan Tuhan. Lantas untuk apa Tuhan
memberikan kesulitan kepada hamba-Nya ? agar manusia tak pernah sampai kepada
tujuan hidupnya kah ? bukan, Tuhan memberikan kesultan agar kita melatih diri
kita untuk menjadi kuat dan mampu untuk melewati kesulitan-kesulitan lain yang
ada di depan. Perjalanan kita menuju tujuan hidup kita bukan hanya dihalangi oleh
satu dua rintangan, tapi bisa puluhan bahkan ratusan rintangan sudah siap
menunggu dengan berbagai tipu dan muslihatnya. Tingkat kesulitannya juga
bersifat variatif, ada yang mudah, menengah, hingga sulit, atau bahkan sangat
sulit.
Tuhan menyiapkan rintangan dan
halangan bukan untuk menjatuhkan dan menggagalkan kita tapi untuk membuat kita
semakin tegar dan kuat, di sinilah kesiapan fisik dan mental kita dibutuhkan.
Lalu bagaimana jika sesorang tersebut jatuh karena rintangan yang diberikan
oleh Tuhan kepadanya ? harus diketahui oleh kita semua, jika demikian yang
terjadi maka ada yang salah dengan kita, entah kesiapan fisik kita, entah
mental kita, atau hubungan kita kepada Tuhan pun bisa menjadi sebab atas
kegagalan kita. Atau Tuhan ingin mengatakan “wahai hamba-Ku kau telah salah
jalan, kau tak boleh melewati jalan itu, kau harus lewat jalan ini, maka kau
harus putar haluan terlebih dahulu”. Jika itu perkataan Tuhan maka bukan
berarti Tuhan ingin kau mundur lalu terjatuh dan gagal atas setiap usaha yg
telah kita bangun. Tapi Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, Tuhan
punya maksud lain dalam perintah untuk memutar haluan tadi, yang mana kehendak
Tuhan tersebut bersifat Supra-Logika sehingga akal tidak akan pernah mampu
untuk menangkap kehendak Tuhan. Kemudian barulah dengan seiring berjalannya
waktu kita sebagai manusia yang diberi akal oleh Tuhan baru dapat memahami apa
maksud dan tujuan Tuhan tersebut setelah tanda-tanda dan hikmahnya Tuhan
bukakan untuk kita supaya kita dapat berfikir dan menemukan jawabannya yang
akan berkesimpulan bahwa Tuhan itu Adil, Tuhan itu Maha Mengetahui, dan Tuhan
itu terlepas dari tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh makhluq-Nya. Padahal Tuhan
bersih dan suci dari tuduhan-tuduhan tersebut.
Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini
? kita sudah berusaha semaksimal mungkin lalu Allah menghendaki kita untuk
mundur, bukan lewat jalan yang kita kehendaki ?
Sebelum kita menjawab pertanyaan yang
muncul dari rasa ketidakpuasan kita terhadap Tuhan maka kita harus menganalogikannya
terlebih dahulu dengan bentuk cerita pendek.
Pada hari senin, seorang laki-laki
separuh baya bernama Hasyim hendak pergi menuju kelurahan. Hasyim menghendaki
melewati jalan keagungan yang di pinggir jalan tersebut terdapat tebing yang
menjulang tinggi namun rentan untuk longsor, namun sebelum sampai di jalan
keagungan hujan pun turun, sehingga membuat tebing di pinggir jalan keagungan
makin rentan untuk longsor, sehingga satuan lalu lintas dari Mapolantas ditugaskan
untuk mengalihkan arus yang menuju jalan keagungan ke jalan kesederhanaan,
pengalihan ini dilakukan oleh pihak yang berwajib agar tidak ada korban yang
jatuh akibat dari tanah yang rentan untuk longsor, dalam artian jalan keagungan
pada saat itu sangat bahaya untuk dilalui oleh para pengguna jalan, dan oleh
karena itu maka pihak yang berwajib turun tangan untuk mencegah dan mengalihkan
pengguna jalan ke jalan yang lain. Pihak berwajib melihat ini adalah masalah
keamanan yang merupakan tugas mereka sehingga mereka ditugaskan untuk turun
tangan. Para pengguna jalan yang pada
saat itu ingin melintasi jalan keagungan menjadi bingung dan agak kecewa juga,
kenapa ? karena 1. jika arus dialihkan maka akan menimbulkan kemacetan yang
panjang, karena pengalihan jalan tersebut bersifat mendadak tanpa ada
pemberitahuan 1 jam sebelumnya, yang ke-2 jika arus dialihkan ke jalan
kesederhanaan maka masalah yang muncul adalah bertambahnya jarak tempuh,
sehingga akan menimbulkan masalah-masalah kecil yang lainnya. contoh: jika
jarak tempuh bertambah maka setidaknya ada 2 masalah yang timbul, yang pertama
akan memakan waktu tempuh yang lebih lama lagi, yang kedua adalah semakin
banyak bahan bakar yang dibutuhkan. Hal ini membuat para pengguna jalan menjadi
kesal dan lain sebagainya, namun tidak sedikit dari mereka (pengguna jalan,
red) yang memahami kondisi seperti ini, mereka yang paham bukan berarti tidak
kecewa, mereka yang mengerti bukan berarti tidak kesal, tapi mereka tahu jika
mereka terus menerobos larangan tersebut maka konsekuensinya adalah keselamatan
diri mereka. Dalam hal ini juga Hasyim merasa sangat kecewa, tetapi dia
berfikir ini bukan masalah dekat atau jauh, ini juga bukan masalah memakan
waktu lama atau sebentar, tapi ini masalah keselamatan diri dia, sehingga
bagaimanapun sikap kecewanya dia terhadap pengalihan tersebut, dia tetap harus
menaati pengalihan arus lalu lintas, kenapa ? karena ini masalah keselamatan,
juga ini pelarangan yang dikeluarkan oleh pihak yang memang bertugas dan
kompeten dalam masalah ini, sehingga hukum menjadi sangat wajib untuk ditaati.
Nah, jika kita sudah memahami apa
esensi dari cerita pendek tersebut maka kita dapat menarik benang merah
diantara persoalan yang tadi.
Ketika kita dikehendaki oleh Tuhan memutar
untuk melewati jalan lain, apalah daya kita sebagai manusia yang lemah tidak
akan bisa dan tidak akan mampu untuk menolak kehendak Tuhan. Tuhan Maha
Mengetahui atas apa yang akan terjadi di depan kita. Sama seperti Satuan lalu
Lintas yang ditugaskan oleh Mapolantas untuk mengalihkan arus lalu lintas,
mereka lebih paham, mereka lebih tau kondisi yang terbaik untuk para pengguna
jalan. Ya betul, jika pengalihan arus tersebut dilakukan, maka masalah-masalah
lain akan timbul mulai dari bertambahnya jarak tempuh yang akan berbuntut
kepada penambahan waktu tempuh dan lain-lain. Nah Tuhan juga Maha Tahu apa yang
akan terjadi didepan jalanan kalian, sehingga jika ada sesuatu hal yang
menyangkut keselamatan kita maka Tuhan akan menyuruh kita memutar arah dan
melewati jalan lain, yang akan berakibat pengulangan usaha kita kembali yang padahal
usaha tersebut sudah kita lakukan semaksimal mungkin. Tapi ketahuilah
bahwasanya tidak ada yang sia-sia disisi Tuhan kita. Segala sesuatu yang telah
kita lakukan maka akan tetap tertulis sampai kapanpun.
Dan ketika pengalihan terjadi maka
banyak dari mereka yang kecewa, banyak dari mereka yang protes, tapi tidak
sedikit juga dari mereka yang legowo dan pasrah atas ketentuan Tuhan. Karena mereka
yakin bahwa Tuhan lebih mengetahui dibandingkan dengan kita dan juga mereka
yakin bahwa Tuhan itu mempunyai maksud yang baik untuk para hamba-Nya. Sehingga
kita sebagai hamba-Nya tidak boleh melontarkan tuduhan-tuduhan yang hanya
didasari emosi, amarah, dan ketidak-puasan belaka terhadap kehendak Tuhan.
Yakinlah, kemauan Tuhan atas yang terjadi diri kita sangat-sangat mempunyai makna dan tujuan, kita dapat melihatnya jika mata hati kita yang melihat, jika hati kita yang merasakan, jika pikiran bersih kita yang memikirkannya. jangan pernah menuduh Tuhan, selalu berprasangka baik terhadap Tuhan maka kita akan memahami maksud Tuhan.
Yakinlah, kemauan Tuhan atas yang terjadi diri kita sangat-sangat mempunyai makna dan tujuan, kita dapat melihatnya jika mata hati kita yang melihat, jika hati kita yang merasakan, jika pikiran bersih kita yang memikirkannya. jangan pernah menuduh Tuhan, selalu berprasangka baik terhadap Tuhan maka kita akan memahami maksud Tuhan.